Peran Keluarga dalam Perlindungan Anak

Peran Keluarga dalam Perlindungan Anak – Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) kembali menyelenggarakan Forum Anak Nasional yang tiap tahunnya dilaksanakan pada 19-22 Juli sebagai rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN).

Untuk tahun ini, Forum Anak Nasional berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, dan diikuti Forum Anak dari 514 kabupaten/ kota seluruh Indonesia. Acara kali ini sekaligus memasuki masa satu dekade Forum Anak Nasional sejak pertama kali digelar di Tangerang, Banten, pada 2010.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, mengatakan Forum Anak Nasional merupakan implementasi dari pemenuhan hak anak untuk berpartisipasi menyampaikan pandangan mereka agar didengar dan bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan pemerintah.

“Amanat dalam Konvensi Hak Anak dan Undang-Undang Perlindungan Anak disebutkan bahwa penghargaan terhadap pandangan anak merupakan salah satu prinsip dasar, sekaligus sebagai hak mereka.

Ini juga merupakan tujuan dari pembangunan perlindungan anak,” ungkap Yohana Yembise di Jakarta, baru-baru ini. Yohana Yembise melanjutkan pertemuan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak Indonesia untuk berkumpul bersama, saling mengenal satu sama lain, berbagi informasi tentang permasalahan, dan isu anak di daerah masing-masing.

Dengan demikian, peserta mendapatkan pengetahuan dari narasumber di berbagai bidang, bersenang-senang, serta bergembira melalui permainan outbond, dan lain-lain.

Agen Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak

Di sisi lain, para peserta dalam forum itu berperan sebagai pelopor yaitu agen perubahan pemenuhan hak dan perlindungan anak terkait dengan permasalahan yang dialami teman-teman sekeliling mereka sedangkan pelapor terlibat aktif ketika mengalami, melihat, dan merasakan tidak terpenuhinya pemenuhan hak dan perlin dungan anak.

Selain itu juga melaporkan permasalahan ke badan yang menangani permasalahan perlindu ngan perempuan dan anak, P2TP2A atau Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). Yohana Yembise menerangkan pada Forum Anak Nasional tahun ini mengangkat tema Kita beda kita bersaudara, bersama kita maju.

Beberapa hal yang mendasari di ambilnya tema tersebut antara lain bercermin pada anak-anak Indonesia berasal dari akar budaya, pemikiran, dan karakteristik yang berbeda-beda. “Meski demikian, perbedaan anak Indonesia itu diikat oleh cita-cita bersama untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak. Anak Indonesia perlu memperkuat persaudaraan untuk bersama-sama membangun Indonesia maju,” urai Yohana.

Yohana Yembise menerangkan dalam pertemuan Forum Anak Nasional itu, ada 13 subtema yang dibahas, diantaranya mengenai entrepreneurship online, kesiapsiagaan bencana, mencegah dampak negatif kemajuan teknologi informasi, perkawinan anak, stunting, pola hidup bersih dan sehat, kesehatan mental, revolusi mental, kejujuran, masalah traffi cking, dan terorisme.

“Peserta juga membahas masalah anak pekerja migran yang ditinggal oleh orangtuanya bekerja ke luar negeri untuk jangka waktu lama dengan jarak yang jauh, sehingga anak-anak bisa lebih empati dan lebih peduli kepada teman-teman mereka yang kurang beruntung,” jelas Yohana.

Secara Serentak

Yohana Yembise menambahkan pada tahun ini di seluruh daerah di Indonesia juga memperingati HAN secara serentak pada 23 Juli. Dari tingkat pusat maupun daerah (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan atau desa) serta di seluruh kantor perwakilan Indonesia di luar negeri.

“Penyelengaraan setiap tahun ini adalah agar semua lapisan masyarakat menyadari terhadap pentingnya perlindungan anak pada berbagai bidang kehidupan, seperti pendidikan, pengasuhan, kesehatan, gizi, dan lain-lain sehingga masa depan semua anak Indonesia dapat terjamin dengan baik,” tegasnya.

Yohana Yembise berharap semua pihak dapat berpartisipasi aktif meningkatkan kepedulian dalam menghormati, menghargai, dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi serta memastikan segala kepentingan yang terbaik bagi anak dalam pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Peringatan HAN 2019 kali ini dipusatkan di Makassar, Sulawesi Selatan, dan dihadiri sekitar 5.000 anak yang mewakili anak Indonesia dari seluruh provinsi dan kabupaten/ kota.

Yohana Yembise menyampaikan peringatan HAN 2019 dengan tema Peran Keluarga Dalam Perlindungan Anak, ini sekaligus mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai awal mula pembentukan kematangan individu dan struktur kepribadian seorang anak.

Peran Keluarga

Keluarga, lanjut dia, berperan memberikan pola pengasuhan yang dapat menentukan kualitas anak dengan menciptakan komunikasi yang baik antara orangtua dan anak. Dengan pola pengasuhan yang baik dalam keluarga, maka anak akan merasa nyaman, bahagia, terpenuhi hak-haknya, dan terlindungi.

Anak yang berada dalam lingkungan yang baik juga akan terhindar dari ber bagai permasalahan, seperti kekerasan fi sik dan seksual, narkoba, HIV/AIDS, traffi cking, pornografi , dan sebagainya.

Terlebih, pada beberapa kasus yang terjadi selama ini, anak kini bukan lagi menjadi korban melainkan sebagai pelaku. “Untuk itu, perlu kesadaran yang dapat mendorong keluarga Indonesia agar memiliki pengasuhan yang berkualitas.

Pasalnya, anak-anak akan mengikuti dan mencontoh orangtua mereka dengan berbagai kebiasaan dan perilaku. Anak merupakan kelompok makhluk yang rentan karena berusia kurang dari 18 tahun. Baik buruknya keluarga bakal menjadi cerminan bagi masa depan anak,” pungkas Yohana.

(Try/S5-25)
Media Indonesia, 23 Juli 2019.

Ad-1