Jurnalistik Online, Prinsip dan Karakteristik

Bonacili.co.idJurnalistik Online, Prinsip dan Karakteristik. Jumalisme Online telah menjadi bagian hidup masyarat Indonesia. Produksi literatur saat ini tidak lagi bergantung pada media konvensional. Era intemet telah membuka peluang kepada para penulis, termasuk jurnalis independen mewartakan masalah-masalah sosial.

Berangkat dari kebebasan inilah seorang pelaku aktif media online mesti bersandar pada kerja jurnalistik yang tepat, terukur dan tentu saja harus bersandar pada kode etik. Selain itu kita juga mendapatkan panduan praktis mengupayakan berita yang kita tulis agar lebih luas dibaca masyarakat.

Cyber journalism, jurnalistik internet dan jurnalistik web merupakan generasi baru jurnalistik setelah jurnalistik konvensional (jurnalistik media cetak, seperti surat kabar) dan jurnalistk penyiaran (broadcast journalism: radio dan televisi).

Pengertian jurnalistik online terkait banyak istilah, yakni jurnalistik, onlinem internet dan website.

Jurnalistik dipahami sebagai proses peliputan, penulisan dan penyebarluasan informasi (aktual) atau berita melalui media massa. Secara ringkas dan praktis, jurnalistik bisa diartikan sebagai “memberitakan sebuah peristiwa”.

Online dipahami sebagai, keadaan konektivitas (ketersambungan) mengacu kepada internet arau world wide web (www). Online merupakan instilah yang berarti “data dapat diakses di mana saja dan kapan saja” selama ada jaringan internet (konektivitas).

Internet (kependekan dari interconnecting-networking) secara harafiah artinya “jaringan antarkoneksi”. Internet dipahami sebagai sistern jaringan komputer yang saling terhubung. Berkat jaringan itulah yang ada di sebuah komputer dapat diakses pengguna lain melalui komputer lainnya. Produk melalui internet ini salah satunya adalah sebuah media yang dikenal sebagai media-online (utamanya website).

Website atau site (situs) adalah halaman mengandung konten (media), termasuk teks, video, audio. dan gambar. Website dapat diakses melalui internet dan memiliki alamat yang dikelan dengan URL (Uniform Resource Locator) yang berawalan www atau http:// (Hypertext Tansfcr Pyotocol).

Dari pengertian tiga kata di atas tadi, Jurnalistik Online dapat didefinisikan sebagai proses penyampaian informasi melalui media internet, utamanya website. Kamus bebas Wikipedia mendefinisikan jurnalisme online sebagai “pelaporan fakta yang diproduksi dan disebarkm melalui internet” (reporting of facts produced and distributed via the Internet).

Karena merupakan perkembangan baru dalam dunia media, website-pun dikenal juga dengan sebutan “media baru ” (new media). Hal baru dalam “new media” tersebut yaitu informasi yang tersaji bisa diakses atau dibaca kapan saja dan di manapun, di seluruh dunia, selama ada komputer dan perangkat lain yang memiliki koneksi internet.

Prinsip Jurnalistik Online

Paul Bradshaw dalam “Basic Principal of Online Journalism” (onlinejournalismblog.com) menyebutkan ada lima prinsip dasar jurnalistik online yang disingkat B-A-S- I-C, yakni Brevity, Adaptability, Scannability, Interactivity, Community and Coversation.

  • Keringkasan (Brevity).
  • Kemampuan beradaptasi (Adaptability).
  • Dapat dipindai (Scannability).
  • Interaktivitas (Interactivity).
  • Komunitas dan Percakapan (Community & Conversation)

Karakteristik Jurnalisitk Online

Mike Ward dalam Journalism Online (Focal Press, 2002) menyebutkan beberapa karakteristik jurnalistik online sekaligus yang membedakannya dengan media konvensional (keunggulan), yaitu:

  • Immediacy
  • Multiple Pagination
  • Multimedia
  • Flexibility Delivery Platform
  • Archieving
  • Relationship with reader

Karakteristik serupa juga dikemukakan oleh James C. Foust ketika mengemukakan keunggula jurnalistik online dalam Online Journalism: Principles and Practices of News for Te Web (2005):

  • Audience Control
  • Nonlienarity
  • Storage and Retrieval
  • Unlimited Storage
  • Immediancy
  • Multimedia Capability
  • Interactivity

Lain lagi apa yang dikemukakan oleh Rey G. Rosales dalam Elements of Online Journalism (iUniverse, 2006). Menurutnya, Jurnalistik Online memiliki elemen multimedia dalam pemberitaannya, meliputi elemen dasar (basic) dan advance.

Elemen dasar tersebut meliputi: Judul (headline), Isi (text), gambar/foto (pictures), grafis seperti ilustrasi dan logo serta tautan (related link).

Elemen Advance meliputi elemen dasar tadi dengan ditambahkan audio, video, slideshow, animasi, interactive feature (timeline, map) dan interactive game.

Karakteristik sekaligus keunggulan dari Jurnalistik Online yang tidak dimiliki oleh media konvensional, dalam berita online dengan baik dipaparkan Richard Craig dalam bukunya, Online Jurnalism: Reporting, Writing and Editing for New Media (2005), yakni:

  • Pembaca dapat menggunakan tautan untuk menawarkan pengguna dalam membaca lebih lanjut pada sebuah berita
  • Pembaca dapat memperbarui berita secara langsung dan teratur
  • Informasi online sangatlah luas
  • Tersedia penambahan suara, video dan konten online lain
  • Dapat menyimpan arsip online dari masa ke masa

Jurnalistik Masa Depan

Sifat multimedia pada jurnalistik online menjadikannya sebagai jurnalistik masa depan: wanawan tidak hanya menyusun teks berita dan menampilkan foto, tapi juga melengkapinya dengan suara dan gambar (audio-video).

Dengan jurnalistik online pula, kini tidak ada lagi istilah “berita tidak dapat dipublikasikan” alias hanya menjadi arsip tulisan di komputernya, karena jika media tempatnya bekeja menolak memuatnya, ia dapat memuatnya di blog atau situs jejaring sosial pribadi atau komunitas.

Selain itu. kini publik tidak lagi semata tergantung pada media-media konvensional untuk mcngikuti perkembangan dunia. Berbagai data menunjukkan, pengguna internet dan waktu ke waktu terus tumbuh. Publik kian menjadikan media onlien sebagai rujukan pertama ketika mereka membutuhkan informasi apa pun. “Budaya Internet” kian kuat di kalangan masyarakat berkat kehadiran situs-situs “mesin pencari” (search engine), seperti Google, Yahoo, Bing, dan Ask. Dengan hanya mengetikkan kata kunci di situs mesin pencari tersebut, pengakses di seluruh dunia memiliki akses untuk mendapat data dan informasi yang beragam.

Dari Wikipedia disebutkan, perkembangan internet juga telah mempengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya dapat dilakukan dengan cara tatap muka (juga dengan telepon maupun pos surat), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui internet. Transaksi melalui internet ini dikenal dengan nama e-commerce dan online shop atau bisnis online semakin bermunculan.

Kilas Sejarah Jurnalistik Online

Berbagai literatur jurnalistik online menunjukkan bahwa jurnalistik jenis baru ini tidak lepas dari ditemukannya teknologi komputer yang diikuti kemunculan teknologi internet yang dikembangkan pada tahun 1990-an. Penemuan dan pengembangan teknologi nirkabel (wireless) pada notebook memudahkan proses jurnalistik atau kerja wartawan.

Tanggal 17 Januari 1998 disebut-sebut sebagai tonggak sejarah kelahiran jurnalistik online, yaitu ketika Mark Druge berbekal sebuah laptop dan modem, mempublikasikan kisah perselingkuhan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, dengan Monica Lewinsky (Monicagate) di website Drudge Report, setelah majalah Newsweek dikabarkan menoIak memuat kisah skandal seks hasil investigasi Michael Isikoff itu. Semua orang yang mengakses internet segera mengetahui rincian cerita “Monicagate” yang juga dikenal dengan sebutan “Monica Scandal” dan “Sexgate” itu.

Dua tahun kemudian atau awal tahun 2000-an muncullah situs-situs pribadi yang menampilkan laporan jurnalistik dari pemiliknya yang kini dikenal dengan website blog, weblog atau blog.

Kemunculan dan perkembangan jurnalistik online di Indonesia juga dimulai dengan berita menggegerkan, yaitu berakhirnya era pemerintahan Orde Baru. Saat ini Presiden Soeharto mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei 1998. Berita penngunduran diri Soeharto tersebut tersebar luas melalui milist (mailing list) yang sudah mulai dikenal luas di kalangan aktivis demokrasi dan mahasiswa.

Setelah itu, seiring dengan euforia reformasi, beragam media online-pun bermunculan, seperti contohnya detik.com, bidik.com, mandiri-online.com dan berpolitik.com yang disebut-sebut sebagai piobir jurnalistik online di Indonesia. Yang kemudian diikuti dengan hadirnya beberapa situs besar kala itu, seperti Astaga.com, Satunet.com, Kafegaul.com.

Saat ini sejarah jurnalistik online didominasi oleh situs-situs berita yang merupakan edisi online dari surat kabar cetak. Meski belakangan kontennya menjadi saling melengkapi antara edisi online dan edisi cetaknya.


Sumber: Jurnalistik Online – panduan praktis mengelola media online (Asep Syamsul M. Romli)

  1. Jurnalistik Online, Prinsip dan Karakteristik
  2. Citizen Journalism dan Media Online
  3. Kode Etik Jurnalistik Online, Berbagai Versi
  4. Gaya Penulisan Naskah Online
Ad-1