Gaya Penulisan Naskah Online

Bonacili.co.idGaya Penulisan Naskah Online. Menulis di media onine pada dasarnya sama seperti dengan menulis di media catak dalam hal gaya bahasa (bahasa tulisan), lebih khsusnya dengan bahasa jurnalistik.

Yang membedakan dalam menulis di media online karena dapat bersifat multimedia, yakni tidak hanya teks, namun juga dapat dilengkapi dengan elemen lain selain teks dan gambar/foto. Elemen yang dapat melengkapi seperti, audio, video, tautan (link) ataupun infografis interaktif.

Maka, diharapkan seorang jurnalis online selain memiliki dasar-dasar kemampuan dalam teknik jurnalistik juga dituntut menguasai keterampilan terkait teknologi internet, termasuk dasar HTML, perangkat lunak, dan pengoperasian perangkat keras untuk kegiatan jurnalistik online sehingga mendukung kegiatan posting/upload tulisan ke media online.

Karakter Pembaca Berita Online

Pada umumnya pengguna (user) media online membaca secara cepat, utamanya karena faktor daya tahan mata atau ketahanan membaca di depan layar monitor yang terbatas. Selain itu, pembaca berita online umumnya melakukan scanning (membaca sekilas, misalnya pada bagian judul dan gambar/foto), lalu memusatkan bagian mana dari teks atau halaman berita yang mereka pindai untuk diberi perhatian dan waktu lebih untuk dibaca.

Dengan demikian, berbeda dengan media cetak yang menyajikan teks atas naskah memang untuk dibaca, naskah di media online pada umumnya akan dipindai dahulu, lalu dibaca baik keseluruhan maupun bagian-bagian tertentu.

Jakon Nielsen, seorang pakar konten website asal Denmark menyimpulkan perilaku pengguna media online adalah sebagai berikut

  • Pertama melihat teks (78%), bukan foto atau grafis
  • Secara umum, pengguna pertama kali tertarik pada judul, ringkasan tulisan dan caption
  • Tidak membaca kata per kata, namun lebih banyak memindai (79%), hanya 16% yang membaca kata per kata, tampilan situs, terutama kata-kata yang di-highlights, jenis huruf berbeda, penyajian dengan butir-butir (numerik, bullet atau numbering)
  • Melihat, memindai, lalu membaca
  • Saat memindai, sekitar 80% memindai dari kiri atas ke kanan, lalu gambar, grafis dan desain
  • Sekitar 20% membaca kata per kata: judul, sub-judul, kutipan, text boxes, serta huruf tebal, miring, underline, dan huruf berwarna
  • Lebih menyukai judul “to the point” langsung ke pokok informasi (straightforward), dibandingkan judul yang lucu atau cantik
  • Membaca ringkasan atau tulisan pendek karena membaca di layar monitor komputer 25% lebih lambat dibanding membaca media cetak
  • Tidak berlama-lama di satu situs. User tidak sabaran dan memiliki “wewenang penuh” untuk pindah atau tetap di satu situs.
  • Kunjungan atau bertahan di sebuah halaman media online selama 10 menit sudah termasuk lama.

Dalam kesimpulan hasil riset, seperti dimuat dalam “Jakob Nielsen’s Alertbox” di useit.com berjudul “How Users Read on the Web”, Nielsen memberikan rekomendasi, penulisan di media online harus dapat dipindai (scannable text) dengan cara:

  1. Highlighted keywords: misalnya dengan cara menampilkan link-link hypertext, varian jenis dan warna huruf.
  2. Meaningful sub-headings: sub-subjudul yang bermakna.
  3. Bulleted lists: daftar rincian menggunakan bullet atau nomor (seperti yang sedang anda baca ini).
  4. One Idea Each Paragraph: satu ide per paragraf: pengguna akan melewatkan ide tambahan jika mereka tidak tertangkap oleh beberapa kata pertama dalam alinea tersebut.
  5. The inverted pyramid style: gunakan gaya piramida terbalik, mulai dengan kesimpulan atau hal terpenting
  6. Panjang naskah maksimal setengah jumlah kata dari naskah konvensional

Gaya Penulisan Berita Online

Naskah di media online hendaknya ringkas dan to the point. Naskah panjang dapat dipilah dalam beberapa judul tulisan, lalu gunakan tautan untuk menyatukannya.

Sebagai acuan, naskah berita online idealnya maksimal 400 kata dan maksimal 800 kata untuk naskah jurnalistik lainnya -artikel opini dan feature.

Judul (head) dan alinea pertama (tead) harus dibuat semenarik mungkin sehingga “eyecatching” (menarik perhatian dan minat baca) karena -sebagaimana di media konvensional- pembaca umumnya hanya membaca judul (headline reader) atau teras berita (Iead reader).

Umumnya, Iead adalah alinea pertama dari sebuah naskah artikel berita tersebut. Bisa pula berupa kalimat tersendiri, misalnya menampilkan isi berita paling menarik sebagai “eye catcher”.

Body atau tubuh berita biasanya diformat dalam bentuk singkat dan padat karena informasi terus mengalir dan berubah sewaktu-waktu. Namun, kelengkapan informasi tetap terjaga karena antara berita yang satu dengan yang lain bisa dikaitkan (linkage) hanya dengan satu klik.

Pendekatan “Piramida Terbalik” lebih intens digunakan dalam penulisan berita online, yaitu benar-benar mengedepankan yang paling penting dan mendesak diketahui pembaca, apalagi jika berita itu dishare ke facebook, maka yang tampil di facebook adalah judul dan alinea pertama atau beberapa kalimat awal.

Bahasa Jurnalistik (language of mass media) juga kian penting berperan mengingatkan karekter bahasa jurnalistik yang lugas, ringkas, sederhana dan mudah dipahami.

Ad-1

Aspek Teknis Penulisan Media Online

Fokus utama penulisan di media online tetap pada teks. Berbeda dengan teks atau naskah di media cetak yang disajikan untuk “dibaca”, teks di media online diposting untuk “dipindai” (scan) oleh pembaca.

Karenanya, formulasi dasar menulis untuk media online harus sangat jelas, singkat, informatif, dan menarik untuk kedua jenis pengunjung web -manusia dan mesin pencari (search engine)-.

Berikut ini formulasi dan teknis penulisan yang scanable (mudah dipindai user):

  • Buatlah judul yang sederhana (simple) dan langsung ke pokok informasi (straighlforword).
  • Dianjurkan setelah 5 paragraf, pasang anak judul (subjudul).
  • Subjudul (maksimum 3 kata).
  • Alinea atau paragraf pendek, masing-masing fokus pada satu ide.
  • Kalimatnya juga pendek-pendek.
  • Menggunakan bullet and numbering
  • Panjang naskah setengah dari jumlah kata tulisan di media cetak.
  • Gunakan spasi putih antarparagraf.
  • Gunakan alinea/paragraf pendek dan jarak jarak antar alinea.
  • Kutipan diperbesar.
  • Font tertentu dibesarkan, ditebalkan, diberi warna, atau diberi garis bawah (underline).
  • Highlight kata-kata penting dengan warna yang berbeda, cetak tebal, jenis huruf, ukuran huruf, hypertext/hyperlink
  • Buatlah tulisan pendeK/ringkas. Jumlah kata pailing banyak 50% dari media cetak.
  • Satu alinea idealnya hanya terdiri dari 65 karakter atau 5 baris.
  • Jika perlu, uraian panjang dipecah-pecah menjadi beberapa judul, sambungkan melalui multiple hyperlink.
  • Pembaca tidak suka tulisan panjang dan harus men-scroll jauh ke bawah.
  • Gunakan table atau poin/angka urut ke bawah. Pembaca lebih mudah dan lebih nyaman membaca uraian berurut ke bawah daripada membaca alinea yang panjang.
  • Terapkan prinsip Piramida Terbalik -yang penting di atas, uraian selanjumya.
  • Hindari penggunaan huruf kapital karena memperlambat daya baca user.
  • Pilih kata-kata yang mudah dipindai mesin pencari (SEO), seperti kata-kata baku, lazim digunakan dan hindari kesalahan ejaan.
  • Gunakan hyperlink/tautan untuk memperkaya tulisan namun tetap ringkas, memberikan latar belakang dan memberikan referensi sumber atau rujukan lain.

Tips: Mindy McAdams

Text Formatting

  • Short Paragraphs. Gunakan paragraf pendek, jangan Iebih dari 100 kata. Paragraf berisi 100 kata terlihat cukup panjang pada halaman web. Pembaca malas membaca naskah panjang.
  • Chunks. Potong atau pilah tulisan panjang ke daiam bcberapa bagjan.
  • Headings. Judul di bagian atas halaman harus benar-benar menjelaskan isi halaman.
  • Subheadings. Subjudul. Jika teks melebihi 300 kata, subjudul akan membantu pembaca mernindai halaman secara efisien.
  • Boldface. Tebal. Tergantung pada konten, kata atau frasa dalam huruf tebal dapat membantu pembaca menemukan apa yang mereka inginkan. Menggabungkan huruf tebal dan subjudul dapat menyebabkan gangguan secara visual, jadi jangan berlebihan. Menggabungkan link dan teks tebal di paragraf pada saat yang sama juga tidak baik.
  • Lists. Daftar kalimat bernomor, bullet, daftar terindentasi lainnya memudahkan pembaca memahami informasi. Di media cetak, daftar seperti ini tampak buruk sehingga tidak digunakan. Pada halaman Web, daftar bekerja dengan baik dalam hampir semua konteks. Seperti paragraf, daftar lebih menarik untuk pembaca ketika daftar itu berupa kalimat pendek.

Text Content

  • Brevity
  • Sentence Structure
  • Active Verbs
  • Say What You Mean
  • Reundancy

Links

  • Jangan gunakan kata-kata “klik here” (klik di sini), sebaiknya sebutkan nama link atau informasi apa yang akan didapatkan pambaca ketika mereka mengeklik tautan tersebut
  • Pastikan link/tautan tersebut dapat dibuka (diakses) dan beritahukan kepada pembaca jika mengeklik tersebut akan terbuka halaman atau jendela/tab baru. (Mindy McAdams, “Tips for Writing for the Web”, macloo.com).

Tips: T Model 800 Kata

1. Know Your Audience

2. Think First and Think Different

3. Tailor Your News Gathering

4. Write Lively and Tight

5. Explain

6. Never Bury The Lead

7. Short But Sweet

8. Brak It Up

9. Do Not Fear The Link

10. Take Risks … But Remeber The Basics


Sumber: Jurnalistik Online – panduan praktis mengelola media online (Asep Syamsul M. Romli)